Tentang jalan yang telah aku tapak, tentang dunia yang telah aku lihat, terekam di memory dan terdampar di sini.
Senin, 27 Oktober 2014
Aku dan sudut pandangku
Minggu, 26 Oktober 2014
Variabel
Siapa yang bangga menjadi variabel dependent? Menjadi pihak
yang dipengaruhi? Mungkain selama orang itu sadar, orang itu tak akan pernah
mau. Namun aku tak yakin bahwa aku bisa menjadi variabel independet sepenuhnya,
ada banyak hal yang aku pertimbangkan dalam hidup, keluarga, teman dan banyak
lagi...
Sabtu, 25 Oktober 2014
Semua orang memang punya kelemahan dan kekuatan, sisi baik dan
buruk. Hal wajar apabila seseorang menyimpang dan tak mampu mengendalikan sisi
lain dari dirinya yang takdiinginka, namun aku tau tak seharusnya hal itu
menyusahkan orang lain.
Siang malam, terang gelap, putih hitam, baik buruk, kanan kiri,,,
Seterang siang, segelap malam, semakin terang matahari, semakin
gelap banyangan kan??
Rabu, 22 Oktober 2014
Lihatlah
kenyataan, tidak semua rencana sesuai perkiraan di dunia ini. Semakin lama kau
hidup, maka kau akan semakin menyadari
sakit, penderitaan dan kegagalan yang ada di dunia ini. Di dunia ini,
dimana ada cahaya, di sana pasti ada bayangan. Selama konsep pemenang masih ada
di dunia ini, keinginana untuk meraih perdamaianlah yang menimbulkan perang.
Kebencian lahir karena keinginan untuk melindungi orang yang dicintai.
Uchiha Madara#NS344
Minggu, 19 Oktober 2014
Istimewa itu, apah??
Siapa yang peduli dengan daun yang gugur di musim gugur? Siapa
yang peduli dengan daun yang bersemi di musim semi? Tak’an ada, itu terlalu biasa dan tak menarik
perhatian. Yang mungkin akan diperhatikan adalah saat ada daun yang gugur di
musim semi ataupun daun yang bersemi di musim dingin, karena itu cukup
istimewa. Namun jika ada yang memperhatikan tentang daun yang gugur di musim
gugur ataupun daun yang bersemi di musim
semi, mungkin dia orang yang istimewa, spesial.
Sabtu, 18 Oktober 2014
Aku juga ingin
seperti naruto, bisa mengatakan bahwa “Aku tidak akan pernah lari atau
sembunyi”.
Disana ada semua
hal yang kau inginkan, namun kau tau semua palsu, dan di luar kendalimu kau
menikmatinya, itu sangat sakit, bukan??
Ketika kau bertemu
dengan dirimu yang lain, dengan sisi lain dari dirimu yang tak pernah
terbanyangkan dan tak pernah terfikirkan ada di dirimu.
Musuh dari musuh
adalah teman.
Terkadang hal
sepele seperti ucapan “selamat datang” saat kita mengucapkan “aku pulang” bisa
menjadi hal yang begitu menyenangkan.
Tak terduga hal
sepele adalah dasar dari hal hal luar biasa, sama seperti lautan yang merupakan
kumpulan dari jutaan tetes air.
HAk Ending
Ending
Bukankah semua makhluk hidup akan mati?
Berarti ending manusia sudah tertebak, sed ending. Semua tau kan, bahwa
kematian akan datang. Karena itu benar, seharusnya lakukan hal yang
menyenangkan untuk menyambut sed endingmu yang ntah kapan datang namun pasti
akan datang.
Hak
Pernah melihat gelombang air yang dihasilkan oleh lemparan
batu? Bergerak membesar, besar dan semakin besar. Saat ada gelombang lain dan
lingkaran itu bertemu, disanalah batasnya.
Jumat, 17 Oktober 2014
Walaupun kau ada dipihak yang benar, tak
seharusnya bersifat arogan bukan? Jangan sampai melupakan sudut pandang lain,
karena banyak bentuk yang bisa terlihat dari posisi yang berbeda. Kebanyakan
orang akan berpihak pada hal yang menurut mereka benar, walau belum tentu apa
yang terlihat benar itu benar.
Dan harus kamu ingat,
terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi di sini, di dunia . jangan terlalu cepat dan mudah mengambil keputusan, jangan sampai apa yang kau pilih, kau jalani, membuat mu mencari banyak alasan karena merasa terpojokan, ingat secara alami manusia itu akan mengelak, mencari alasan dan melakukan hal-hal yang dianggap dapat melindungi dirinya saat merasa terancam ataupun merasa tidak aman.
Sabtu, 04 Oktober 2014
Jadi Kumbang di Kota Kembang
Assalam'ualaikum wr, wb.
Perjalanan ini adalah wujud dari pemikiran liar yang telah lama terkekang oleh tugas-tugas dan segala sesuatu tentang perkuliahan#intinyakitabutuhpencerahan. Berbekal nekad dan GPS yang baru didownlod sama tant, kamipun berangkat. .
Personil
Diawali pada tanggal 25 April 2014 sore hari di stasiun KA Purwokerto. Kami i memutuskan untuk menggunakan kereta api sebagai armada pengantar perjalanan menuju kota kembang, selain lebih murah sarana ini dinilai lebih aman, efektif dan efisien #menurutkami...
Karena sudah larut kami langsung mencari penginapan, kami menggunakan taxi dan menghabiskan dana 50rb dalam sekejap mata. Sesampainya dipenginapan yang berharga 200rb tersebut kami langsung isi perut dengan tahu bakso yang kami bawa dari Kota satria, setelah itu membersihkan diri dan lekas istirahat, nyiapin stamina untuk perjalanan besok, dan bertekad bangun gasik. Gasik?
Mungkin karena lelah atau?, kami bangun agak telat, langung solat sedikit berleha-leha dan pasang antrian mandi. kegiatan dilanjutkan dengan packing2 dan persiaan ketempat selanjutnya. Tempat tujuan kita untuk hari itu adalah: Gdg. Sate tentunya, Univ. Padjajaran, ITB, Bonbin, Pasar Baru, Jln. Braga, dan Msjid Agung.
misi pertama, Gdg. Sate, atas petunjuk dan dampingan dari pemilik penginapan yang baik hati, kami menggunakan angkutan umum untuk menuju ke Gdg. Sate. Hanya dengan hitungan menit kamipun sampai. Gdg. sate adalah gedung pemerintahan kota Bandung yang merupakan gedung peninggalan jaman penjajahan. Kami tak bisa menjamah lebih dekat, jadi kami hanya bisa mengambil dokumentasi dari depan.
Setelah kenyang, Perjalananpun berlanjut ke Padjajaran, karena lokasi yang berdekatan, kami memutuskan untuk berjalan kaki, hitung-hitung olah raga, hemat dan merealisasikan program Anle*. hingga ke tempat berikutnyapun (ITB dan Bonbin) kami melanjutkan dengan berjalan kaki.

Buaya darat
Nah... pas perjalanan dari Padjajaran ke ITB, We have a little troubel, Ejus terpleset, dan meninggalkan bekas noda di celana, benar-benar anak Rins*.
Rangkaian Misi tadi mengantarkan kita pada kumandang Adzan Duhur, jadi kita, saiya khususnya, untuk pertama kalinya merasakan sholat di mushola Bonbin.
Dan perjalanan pun berujung di Masjid Agung Kota Bandung. Sholat Maghrib dan Isya serta makan sedikit. Ini menandakan Limit kita di kota Bandung. Kitapun menuju ke Stasiun untuk segera say Hallo Purwokerto.
Perjalanan ini adalah wujud dari pemikiran liar yang telah lama terkekang oleh tugas-tugas dan segala sesuatu tentang perkuliahan#intinyakitabutuhpencerahan. Berbekal nekad dan GPS yang baru didownlod sama tant, kamipun berangkat. .
Personil
Tante, Ejus dan saya (dari kiri-kanan)
Diawali pada tanggal 25 April 2014 sore hari di stasiun KA Purwokerto. Kami i memutuskan untuk menggunakan kereta api sebagai armada pengantar perjalanan menuju kota kembang, selain lebih murah sarana ini dinilai lebih aman, efektif dan efisien #menurutkami...
Stasiun Kiaracondong
Setelah berjam-jam menikmati kereta malam, perjalanan kamipun berakhir, Kami tiba di Kiaracondong pertengahan malam, karena perjalanan dimulai sore hari, kami belum sempat menjalankan sholat maghrib dan isya, dan hal itu adalah hal pertama yang kami lakukan pada saat tiba di Bandung. St. Kiaracondong cukup aman untuk Kami, pegawainya ramah dan tak ada orang-orang yang tergolong "aneh" dari segi moral.Karena sudah larut kami langsung mencari penginapan, kami menggunakan taxi dan menghabiskan dana 50rb dalam sekejap mata. Sesampainya dipenginapan yang berharga 200rb tersebut kami langsung isi perut dengan tahu bakso yang kami bawa dari Kota satria, setelah itu membersihkan diri dan lekas istirahat, nyiapin stamina untuk perjalanan besok, dan bertekad bangun gasik. Gasik?
Mungkin karena lelah atau?, kami bangun agak telat, langung solat sedikit berleha-leha dan pasang antrian mandi. kegiatan dilanjutkan dengan packing2 dan persiaan ketempat selanjutnya. Tempat tujuan kita untuk hari itu adalah: Gdg. Sate tentunya, Univ. Padjajaran, ITB, Bonbin, Pasar Baru, Jln. Braga, dan Msjid Agung.
misi pertama, Gdg. Sate, atas petunjuk dan dampingan dari pemilik penginapan yang baik hati, kami menggunakan angkutan umum untuk menuju ke Gdg. Sate. Hanya dengan hitungan menit kamipun sampai. Gdg. sate adalah gedung pemerintahan kota Bandung yang merupakan gedung peninggalan jaman penjajahan. Kami tak bisa menjamah lebih dekat, jadi kami hanya bisa mengambil dokumentasi dari depan.
Eksis dulu
Menyelam sambil cari mutiara, letak Gdg. Sate yang berhadapan langsung dengan Alun-alun, kami manfaatkan untuk mencari pengganjal perut yang kroncongan, kami membeli soto yang dari penampilan terlihat berantakan tapi rasanya bikin ketagihan.Setelah kenyang, Perjalananpun berlanjut ke Padjajaran, karena lokasi yang berdekatan, kami memutuskan untuk berjalan kaki, hitung-hitung olah raga, hemat dan merealisasikan program Anle*. hingga ke tempat berikutnyapun (ITB dan Bonbin) kami melanjutkan dengan berjalan kaki.
| FE Padjajaran |
![]() |
| ITB |
Masjid Salman ITB
Berikutnya ini dia edisi Bonbin![]() |
| Lion, ROAR... |

Buaya darat
Nah... pas perjalanan dari Padjajaran ke ITB, We have a little troubel, Ejus terpleset, dan meninggalkan bekas noda di celana, benar-benar anak Rins*.
![]() |
| Poor Ejus,, |
Pada saat itu, Hujan pun datang mengguyur kegersangan, sebagai anak yang taat pribahasa, kami sudah sedia panyung jauh-jauh hari sebelum hujan. Perjalanan dilanjut ke Pasar baru, berkeliling hingga lantai 4 tanpa hasil selain memori dan keinginan untuk memiliki. T-T. Dipasar yang segede itu, yang saiya dapat hanya beberapa bungkus makanan ringan,#Buatanakkost.
Jalan Braga, Kota tuanya Bandung, dinikmati dengan berfoto-foto, menyimpan memory agar lebih nyata, karena manusia itu pelupa, terutama saiya.
Suasana Malam di Masjid agung Bandung
Itulah sekilas rekam jejak kaki kita di kota kembang, menjadi kumbang liar yang mencoba mengecap manisnya nektar sang bunga, mencari kenangan manis dari sebuah perjalanan. Semuanya indah saat kita menemukan posisi yang tepat. Nikmatilah hidup agar kita sadar betapa besar ciptaan Tuhan.
Bye... Wassalam'ualaikum wr, wb
Langganan:
Postingan (Atom)



